klik banner support pakcik

Khamis, 31 Disember 2015

KUANTAN DARUL BAUKSIT

PEKETUM merasa terkejut dengan pendedahan gambar Sungai Balok dan Pantai Berserah yang dicemari dengan tanah sehingga menjadi warna merah.

Ini bukan kali pertamanya pencemaran berlaku di pantai di sekitar Beserah, Pahang. Sebelum ini, air laut di sekitar pelabuhan Kuantan telah terdedah dicemari oleh mineral yang kelihatan memiripi tanah bauksit dan air sungai di sekitar Kuantan telah didedahkan memiliki kandungan merkuri dan logam berat yang melebihi piawai.

KAMI merasa amat terkesal dengan sikap Kerajaan Pahang yang lalai dan tidak serius dalam mengendalikan isu pencemaran Bauksit. Sedangkan isu ini telah dibangkitkan sejak setahun yang lalu, tiada sebarang tindakan tegas kelihatan telah diambil oleh Kerajaan Barisan Nasional Pahang untuk menyelesaikan isu Pencemaran Bauksit.

Isu pencemaran air yang dibangkitkan adalah perkara yang perlu dipandang serius dan perlu diselesaikan dengan segera sebelum kesihatan warga Kuantan terancam. Pencemaran air dan laut ini menimbulkan keraguan dan kerisauan warga Kuantan sama ada air paip yang menjadi sumber air minuman harian telah tercemar, malah warga Malaysia akan hilang keyakinan terhadap ikan, udang dan sumber lautan lain yang ditangkap di sekitar Kuantan.
PEKETUM mendesak Kerajaan Persekutuan supaya mencampur tangan terhadap isu ini dan membekukan semua lesen export bauksit dengan segera. Rakyat Pahang sudah hilang keyakinan terhadap Kerajaan Negeri dan kebanyakan rakyat berpendapat bahawa Kerajaan Pahang tiada keinginan untuk menyelesaikan isu pencemaran Bauksit.

Dengan pembekuan lesen export, segala aktiviti perlombongan akan dihentikan dengan secara automatik dan tindakan segera boleh diambil untuk memulihkan bandar Kuantan yang telah dicemari dan dirosakkan oleh aktiviti perlombongan bauksit ini. Adalah mustahil masalah pencemaran ini dapat diselesaikan dalam keadaan perlombongan masih diteruskan.

Akhir sekali, PEKETUM menegaskan bahawa segala pembangunan dan aktiviti perlombongan harus dijalankan dengan syarat alam sekitar tidak dicemari. Rakyat tidak menentang pembangunan, tetapi segala pembangunan yang dijalankan haruslah menjadi pembangunan yang mampan dan sejajar dengan kelestarian alam sekitar.

MADDUHA
PERSAUDARAAN KAPCAI RIDER TOURING SEMALAYSIA

Selasa, 29 Disember 2015

Uwais Al Qarni


Di Yaman, tinggalah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni yang berpenyakit sopak, tubuhnya belang-belang. Walaupun cacat, ia adalah pemuda yang soleh dan sangat berbakti kepadanya Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan Ibunya. Hanya satu permintaan yang sulit ia kabulkan.
"Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersama dengan kamu, ikhtiarkan agar Ibu dapat mengerjakan haji," pinta Ibunya. Uwais tercenung, perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh melewati padang pasir tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. Namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.
Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seeokar anak lembu, Kira-kira untuk apa anak lembu itu? Tidak mungkinkan pergi Haji naik lembu. Olala, ternyata Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi beliau bolak balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. "Uwais gila.. Uwais gila..." kata orang-orang. Yah, kelakuan Uwais memang sungguh aneh.
Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi.
Setelah 8 bulan berlalu, sampailah musim Haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kg, begitu juga dengan otot Uwais yang makin membesar. Ia menjadi kuat mengangkat barang. Tahulah sekarang orang-orang apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari. Ternyata ia latihan untuk menggendong Ibunya.
Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya.
Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka'bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka'bah, ibu dan anak itu berdoa. "Ya Allah, ampuni semua dosa ibu," kata Uwais. "Bagaimana dengan dosamu?" tanya ibunya heran. Uwais menjawab, "Dengan terampunnya dosa Ibu, maka Ibu akan masuk surga. Cukuplah ridho dari Ibu yang akan membawa aku ke surga."
Subhanallah, itulah keinganan Uwais yang tulus dan penuh cinta. Allah SWT pun memberikan karunianya, Uwais seketika itu juga disembuhkan dari penyakit sopaknya. Hanya tertinggal bulatan putih ditengkuknya. Tahukah kalian apa hikmah dari bulatan disisakan di tengkuk? itulah tanda untuk Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, dua sahabat utama Rasulullah SAW untuk mengenali Uwais.
Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka'bah karena Rasullah SAW berpesan "Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. Kamu berdua pergilah cari dia. Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan di Yaman. Dia akan muncul di zaman kamu, carilah dia. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdua untuk kamu berdua."
"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan meminta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah, membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR. Bukhari dan Muslim)
CERITA KEHIDUPAN UWAIS AL QORNI
Pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal dinegeri Yaman. Uwais adalah seorang yang terkenal fakir, hidupnya sangat miskin. Uwais Al-Qarni adalah seorang anak yatim. Bapaknya sudah lama meninggal dunia. Ia hidup bersama ibunya yang telah tua lagi lumpuh. Bahkan, mata ibunya telah buta. Kecuali ibunya, Uwais tidak lagi mempunyai sanak family sama sekali.
Dalam kehidupannya sehari-hari, Uwais Al-Qarni bekerja mencari nafkah dengan menggembalakan domba-domba orang pada waktu siang hari. Upah yang diterimanya cukup buat nafkahnya dengan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti dia dan ibunya. Demikianlah pekerjaan Uwais Al-Qarni setiap hari.
Uwais Al-Qarni terkenal sebagai seorang anak yang taat kepada ibunya dan juga taat beribadah. Uwais Al-Qarni seringkali melakukan puasa. Bila malam tiba, dia selalu berdoa, memohon petunjuk kepada Allah. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka telah bertemu dengan Nabi Muhammad, sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Berita tentang Perang Uhud yang menyebabkan Nabi Muhammad mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya, telah juga didengar oleh Uwais Al-Qarni. Segera Uwais mengetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukannya sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw, sekalipun ia belum pernah bertemu dengan beliau. Hari demi hari berlalu, dan kerinduan Uwais untuk menemui Nabi saw semakin dalam. Hatinya selalu bertanya-tanya, kapankah ia dapat bertemu Nabi Muhammad saw dan memandang wajah beliau dari dekat? Ia rindu mendengar suara Nabi saw, kerinduan karena iman.
Tapi bukankah ia mempunyai seorang ibu yang telah tua renta dan buta, lagi pula lumpuh? Bagaimana mungkin ia tega meninggalkannya dalam keadaan yang demikian? Hatinya selalu gelisah. Siang dan malam pikirannya diliputi perasaan rindu memandang wajah nabi Muhammad saw.
Akhirnya, kerinduan kepada Nabi saw yang selama ini dipendamnya tak dapat ditahannya lagi. Pada suatu hari ia datang mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinyadan mohon ijin kepada ibunya agar ia diperkenankan pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibu Uwais Al-Qarni walaupun telah uzur, merasa terharu dengan ketika mendengar permohonan anaknya. Ia memaklumi perasaan Uwais Al-Qarni seraya berkata, “pergilah wahai Uwais, anakku! Temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa dengan Nabi, segeralah engkau kembali pulang.”
Betapa gembiranya hati Uwais Al-Qarni mendengar ucapan ibunya itu. Segera ia berkemas untuk berangkat. Namun, ia tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkannya, serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah berpamitan sembari mencium ibunya, berangkatlah Uwais Al-Qarni menuju Madinah.
Uwais Ai-Qarni Pergi ke Madinah
Setelah menempuh perjalanan jauh, akhirnya Uwais Al-Qarni sampai juga dikota madinah. Segera ia mencari rumah nabi Muhammad saw. Setelah ia menemukan rumah Nabi, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam, keluarlah seseorang seraya membalas salamnya. Segera saja Uwais Al-Qarni menanyakan Nabi saw yang ingin dijumpainya. Namun ternyata Nabi tidak berada dirumahnya, beliau sedang berada di medan pertempuran. Uwais Al-Qarni hanya dapat bertemu dengan Siti Aisyah ra, istri Nabi saw. Betapa kecewanya hati Uwais. Dari jauh ia datang untuk berjumpa langsung dengan Nabi saw, tetapi Nabi saw tidak dapat dijumpainya.
Dalam hati Uwais Al-Qarni bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi saw dari medan perang. Tapi kapankah Nabi pulang? Sedangkan masih terngiang di telinganya pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman, “engkau harus lekas pulang”.
Akhirnya, karena ketaatannya kepada ibunya, pesan ibunya mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi saw. Karena hal itu tidak mungkin, Uwais Al-Qarni dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah ra untuk segera pulang kembali ke Yaman, dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi saw. Setelah itu, Uwais Al-Qarni pun segera berangkat mengayunkan langkahnya dengan perasaan amat haru.
Peperangan telah usai dan Nabi saw pulang menuju Madinah. Sesampainya di rumah, Nabi saw menanyakan kepada Siti Aisyah ra tentang orang yang mencarinya. Nabi mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni anak yang taat kepada ibunya, adalah penghuni langit. Mendengar perkataan Nabi saw, Siti Aisyah ra dan para sahabat tertegun. Menurut keterangan Siti Aisyah ra, memang benar ada yang mencari Nabi saw dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Nabi Muhammad saw melanjutkan keterangannya tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit itu, kepada para sahabatnya., “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia, perhatikanlah ia mempunyai tanda putih ditengah talapak tangannya.”
Sesudah itu Nabi saw memandang kepada Ali ra dan Umar ra seraya berkata, “suatu ketika apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi.”
Waktu terus berganti, dan Nabi saw kemudian wafat. Kekhalifahan Abu Bakar pun telah digantikan pula oleh Umar bin Khatab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi saw tentang Uwais Al-Qarni, penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kembali sabda Nabi saw itu kepada sahabat Ali bin Abi Thalib ra. Sejak saat itu setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, Khalifah Umar ra dan Ali ra selalu menanyakan tentang Uwais Al Qarni, si fakir yang tak punya apa-apa itu, yang kerjanya hanya menggembalakan domba dan unta setiap hari? Mengapa khalifah Umar ra dan sahabat Nabi, Ali ra, selalu menanyakan dia?
Rombongan kalifah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka. Suatu ketika, Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kalifah itu pun tiba di kota Madinah. Melihat ada rombongan kalifah yang baru datang dari Yaman, segera khalifah Umar ra dan Ali ra mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais Al-Qarni turut bersama mereka. Rombongan kafilah itu mengatakan bahwa Uwais Al-Qarni ada bersama mereka, dia sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, khalifah Umar ra dan Ali ra segera pergi menjumpai Uwais Al-Qarni.
Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, khalifah Umar ra dan Ali ra memberi salam. Tapi rupanya Uwais sedang shalat. Setelah mengakhiri shalatnya dengan salam, Uwais menjawab salam khalifah Umar ra dan Ali ra sambil mendekati kedua sahabat Nabi saw ini dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar ra dengan segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada di telapak tangan Uwais, seperti yang pernah dikatakan oleh Nabi saw. Memang benar! Tampaklah tanda putih di telapak tangan Uwais Al-Qarni.
Wajah Uwais Al-Qarni tampak bercahaya. Benarlah seperti sabda Nabi saw bahwa dia itu adalah penghuni langit. Khalifah Umar ra dan Ali ra menanyakan namanya, dan dijawab, “Abdullah.” Mendengar jawaban Uwais, mereka tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais Al-Qarni”.
Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais Al-Qarni telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali ra memohon agar Uwais membacakan do'a dan istighfar untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada Khalifah, “saya lah yang harus meminta do'a pada kalian.”
Mendengar perkataan Uwais, khalifah berkata, “Kami datang kesini untuk mohon doa dan istighfar dari anda.” Seperti yang dikatakan Rasulullah sebelum wafatnya. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais Al-Qarni akhirnya mengangkat tangan, berdoa dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar ra berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menampik dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”
Fenomena Ketika Uwais Al-Qarni Wafat
Beberapa tahun kemudian, Uwais Al-Qarni berpulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan, tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana pun sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburannya, disana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.
Meninggalnya Uwais Al-Qarni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak kenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais Al-Qarni adalah seorang fakir yang tidak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, disitu selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu.
Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais Al-Qarni? bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir, yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya sehari-hari hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamanmu.”
Berita meninggalnya Uwais Al-Qarni dan keanehan-keanehan yang terjadi ketika wafatnya telah tersebar ke mana-mana. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya, siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni. Selama ini tidak ada orang yang mengetahui siapa sebenarnya Uwais Al-Qarni disebabkan permintaan Uwais Al-Qarni sendiri kepada Khalifah Umar ra dan Ali ra, agar merahasiakan tentang dia. Barulah di hari wafatnya mereka mendengar sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi saw, bahwa Uwais Al-Qarni adalah penghuni langit.
Subhanallah

Isnin, 28 Disember 2015

Dr.Maza

Menteri itu sepatutnya mencari penyelesaian untuk rakyat, bukan membuat cadangan yang membebankan lagi rakyat. Menteri itu hendaklah seorang yang sangat waras, bijak lagi tangkas menyelesaikan permasalahan rakyat dan negara. Jika akal yang bijak dan tangkas tidak diperlukan untuk menjadi seorang 'pak menteri', maka apakah kelebihan jawatan itu sehingga diberikan gaji dan pelbagai peruntukan yang istimewa untuknya ?!

ALHAMDULILLAH


Rabu, 23 Disember 2015

KUSTOMFEST 2015 HONDA RUCKUS PCX150

BIKE REVIEW 
RUCKUS OF unitescoot.cjb.net
KLUB : UNITESCOOT ZONE INDONESIA
TAHUN : 2010
FRAME : KUSTOM 
MEKA : HONDA SKUTER PCX 150CC 
TRANMISI : OTOMATIK
RIM ; TAYAR : KASTEM BY ZONE TAYAR LEBAQ ELORK.
BRAKE KASTEM BY ZONE ELORK DISC SEKALI RIM KROM CEKAK DALAM.
EKJOS : KUSTOM PIPE FREE FLOW START PUKUI 8.00 SAMPAI 9.00 SAPA LAMBAT BAYAQ SENIRI.
KERJA BODY CAT : ELORK KALA MERAH HATI BY ZONE, BUKAN AWANG GARAGE KATONG MC BUAT. AWANG GARAGE JENIH SAVE. MEMANG DIA TANYA NAK MURAH KA MAHAI. DIA TAK HABAQ HAT MURAH CAT TAHAN SETAIN SAJA.
LAIN2 PART AKSESORI : 
*FORK DEPAN TUNGIN BAWAH UPSIDE DOWN, KASTEM SPESEL, TONYOH MERELIT BUKAN KROM TAPI NAMPAK MCM KROM.
*SEAT BESI KEPAK HABIH SAMPAI TAK KENAI MUTU KATA SKUTER PCX150.INGATKAN VS125 BUKIT PERMAI. 
*LAMPU DEPAN BELAKANG KASTEM
*PEMIJAK DAN SKREW SEMUA KROM EMAS
*HAND GRIP JENIH BESI KROM.










KUSTOMFEST 2015 SUZUKI THUNDER 250

BIKE REVIEW 

KLUB : TOM ART 666
TAHUN : 2001
FRAME : ORI SUZUKI THUNDER 
MEKA : SUZUKI THUNDER 250 
TRANMISI : MANUAL 5 GEAR
RIM ; TAYAR : R16 & KASTEM 
BRAKE : KASTEM
EKJOS :  TOM ART 666 SYSTEM
KERJA BODY CAT : TOM ART 666
LAIN2 PART AKSESORI : 
*KAKI 3 FORK DEPAN KASTEM KEMBANG.
*LAMPU DEPAN ALIDEBIDSEN
*TANK,ENJIN,EKOQ BELAKANG SEMUA KROM.










KUSTOMFEST 2015 HONDA CB 550

BIKE REVIEW 

KLUB : SEMARANG CAFE RACER
TAHUN : 1974
FRAME : I WORK MOTOR OROWEDIRUSAIK
MEKA : HONDA CB 550
ENGINE : BORE UP 2 SILINDER 550CC, V ENGINE DOUBLE DOHC
TRANMISI : MANUAL 6 GEAR, KOPLING BASAH
RIM ; TAYAR : ROSSI 300,450. MICHELIN
BRAKE : HONDA SR 400, GT 385 REAR
EKJOS :  PIPA STAINLESS HANDMADE, 2-1 HANDMADE SELINCER.
KERJA BODY CAT : RIEF PAINTING SEMARANG. AIRBRUSH. BLINKEN MATERIAL
LAIN2 PART AKSESORI : 
*KERJA SEAT HANDMADE KASTEM.
*LAMPU DEPAN ALIDEBIDSEN
*TANK,EKOQ BELAKANG KASTEM.
*LAMPU BELAKANG SCOOPY












Rabu, 16 Disember 2015

KRABI LAGI 2015

Krabi adalah salah satu dari beberapa tempat lagi yang aku suka ulang dan ulang lagi. 1st time dulu dengan bas lepas tu dengan geng gerek. Lepas tu bawa Family naik kereta, lepas tu dengan Family lagi naik kereta, lepas tu dengan motor (Running in RK2546 tukar minyak hitam 1st di Krabi), lepas tu dengan geng supabaik Kolumpo, lepas tu dengan Motor Masa Phuket Baik Wik 2013, Lepas tu ujung tahun Krabi Baik Wik 2013 X Ranong X Kawthong Myanmar buat 3 nation Ride Konon Mini Tozen Kona dengan Insan (aku Doa kau lekas semboh), Lepas tu bawa ramai-ramai Raida Nation, lepas tu Baik Wik Phuket 2014, Lepas tu Baik Wik Krabi 2014, Lepas tu Baik Wik Phuket lagi 2015.13 Kali. X minimum RM300. Banyak dah orang siam makan duit Mesia Noh!!. Kali ni tak ramai dalam 47 bijik macam tu.

Pecah pula 2 kumpulan. 1 kumpulan di kepalai oleh Abang Bob Marshall Rider Pujaan Malaya dan pembantu beliau yang John Pablo Hensem Kopisan Racing Team X LCCPK. Manakala 1 kumpulan lagi grup aku yang terpaksa tunggu Uzainy MY lepas border pukui 1.00 Tghari Jem. Uzainy buat pala bawa bos tempat kerja dia Encik Pau 1st time selepas ride 20 tahun lepas. Depa sewa 2 biji motor kap LC dan EX5 dengan kadar RM400.00 untuk 3 hari. Ok itu harga siling yang telah ditetapkan. 3 hari RM200.00/sebijik motor. Untuk banyak hari mungkin boleh dikurangkan lagi.

Krabi macam yang dah p 6 tahun lepas masih sama mat salleh maseh banyak, cuma sekarang ni ikut percakapan aku dengan orang siam. Siam sedang dalam ledakan ekonomi yang bagus, hampir semua tempat ada pelancong lokal siam. Bila sembang tanya ada yang dari Bangkok, Huahin, Chumpon, Chiang Mai yang mai melancong ke Krabi. Di border Changloon tengok orang siam tukar duit 1000THB dapat 117RM. Manakala kita pula tukar duit nak 1000THB kena tambah RM125 tengok pandai dak Menteri Kewangan Malaysia. Orang siam mai Mesia dapat duit banyak kita p siam dapat duit sikit. Terer.

Sebab Uzainy MY sampai lewat jadi grup aku 13 orang pun merendang kut jalan,kami sampai Krabi dah pukul 9.00 malam. Alhamdulilah tiada kejadian yang terok-terok sepanjang jalan cumanya Encik Pau jatuh robin sekali di Wang Kelian takdak luka. Ada bunga sekuntum ikut Nama Alang Ina LC Crew Bentong. 

Pasat malam Walking Street Krabi Town masih best ada souvenir 10/20baht yang cantik. Tshirt masih 100/150baht. Ada ikan bakar besaq 150Baht. Ikut duit siam memang murah tapi setiap kali nak beli apa barang pun musti dalam kepala dok congak balik duit mesia beropa. 

Untuk makluman empa semua sama dengan tarikh kami 3 hari haritu sama dengan Krabi Bike Week kali ke 5. Mungkin ni kali terakhir kami pi Baik Wik Krabi. Haram macam jadah. Berselut, Booth jualan ada kut sepuluh. Takdak langsung barang yang sangkut nak beli, paling kurang kita dok main ada jugak kita maw 1 benda,tapi kali ni memang fail in d blank teruih. Booth Mesia ada Jaa Jawi. 

Hari ke dua macam biasa chill di Pantai Ao Nang, acah-acah ambil gambar ala pelancong boh caption sikit belah bawah up Insta "mampu ride krabi hari ni, kau keje ke Tokie?". Grup Fazil LC Jengka, Grup Jamil Kribu pi Island Hoping. Damage Banyak juga. Sorang dekat RM100 macam tu. Check FaceBook rupanya Awy COE Utara pun ada mai juga tapi tak jumpa langsung. Dia tak bawa X5 kali ni 125Z kala merah power. Awy update nun dok ada pulau Poda acu gambaq dengan Rastaman mana tah. Along Desa Pandan bawa kawan2 lain p makan ayam bakar tong dram. Dan yang selebihnya kami p pasar malam lokal sebelah mesjid kampung jalan hala pi Nophthara Beach. Makanan sedap dengan harga yang amat mesra poket. Petang tu plan nak mandi pantai tapi lepas 2 kali pusing ayaq lait nun surut dok ujung alik sana nun semua patah harapan.

Hari ke tiga perjalanan macam biasa sat saja pukul 2.30 petang dah sampai Hatyai. Dari Krabi lepas pukul 9.00 pagi. 

Allah permudah semua urusan.



Jumaat, 11 Disember 2015

UMNO TERUS MARA UNTUK RAKYAT MALAYSIA

HUKUM MEMPERJUANGKAN KEPENTINGAN BANGSA

Dr Asri, apakah pandangan Islam mengenai perjuangan memartabatkan bangsa? Ada yang kata tak Islamik, ada yang kata asabiyyah. Ada pula yang berkata Islam sama sekali tidak peduli masalah kaum. Kita di Malaysia orang Melayu beragama Islam, salahkah jika kita berjuang mengangkat hak bangsa melayu? Harap Dr Asri dapat jelaskan kekeliruan ini.
Saifuddin, Johor.

Jawaban Dr. MAZA: Saudara Saifuddin, Allah ialah tuhan untuk semua manusia tanpa mengira bangsa. Islam adalah agama Allah yang diutuskan agar dianuti oleh setiap bangsa tanpa sebarang diskriminasi. Dalam masa yang sama Islam akui kewujudan manusia berpuak dan berbangsa. Allah Tuhan Yang Maha Pencipta telah menciptakan manusia dalam keadaan demikian dengan hikmah yang begitu banyak. Di sini saya sebut beberapa perkara untuk memahami isu ini;

1. Tiada siapa yang mampu menentukan bangsanya sebelum dia lahir samada untuk dia menjadi arab, atau melayu, atau inggeris atau india atau selain itu. Ia adalah ketentuan Allah, bukan atas usaha atau kejayaan seseorang. Maka hakikat ini mestilah difahami supaya kita tidak menyalahkan atau menghina seseorang atas sebab bangsa atau keturunannya kerana itu bukan pilihan atau kesalahannya. Sebaliknya kita menilai seseorang berdasarkan perbuatan dan akhlaknya. Inilah sikap yang adil. Dosa keturunan tidak ditanggung oleh anak cucu. Dosa seseorang tidak boleh dibebankan atas orang lain yang sebangsa dengannya yang tidak terlibat dengan kesalahan itu. Allah menjelaskan prinsip ini dalam al-Quran:
وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا
(maksudnya) “dan seseorang yang boleh memikul, tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain. dan tiadalah Kami (Allah) mengazabkan sesiapapun sebelum Kami mengutuskan seorang rasul (untuk menerangkan yang benar dan yang salah). (Surah al-Isra, ayat 15).

2. Maka, perjuangan apapun yang mahu ditegakkan, hendaklah menilai setiap insan berdasarkan kepada akhlaknya, bukan titih keturunannya. Keadilan dalam Islam buta warna bangsa dan agama sekalipun. Keadilan untuk semua. Sabda Nabi s.a.w:

يا أيّها الناس ، إنَّ ربَّكم واحِدٌ ، وإنَّ أباكُم واحِد ، ألاّ لا فَضْلَ لِعربِيٍّ على عَجَمِيّ ، ولا لِعَجَمِيّ على عَرَبي ، ولا لِأحْمَر على أسْوَدٍ ، ولا أسود على أحْمَرٍ ، إلاّ بالتَّقوَى
“Wahai manusia! Sesungguhnya tuhan kamu sama, bapa kamu sama (Adam). Ketahuilah! Tiada kelebihan orang arab ke atas ‘ajam (yang bukan arab), atau ‘ajam ke atas arab, atau yang berkulit merah ke atas yang berkulit hitam, atau yang berkulit hitam ke atas yang berkulit merah melainkan ketakwaan” (Riwayat Ahmad dan al-Baihaqi, dinilai hasan oleh al-Albani).
Jika hal ini tidak diteliti, perkauman atau racism akan berlaku. Akan ada pihak yang teraniaya hanya kerana keturunannya walaupun mungkin dia tidak bersalah. Diskriminasi seperti ini pernah berlaku di Amerika, sehingga Martin Luther King dalam pidatonya yang terkenal ‘I have a dream’ menyebut: “I have a dream that my four little children one day live in a nation where they will not be judged by the colour of their skin but by the content of their character”.

3. Tujuan Allah menciptakan berpuak dan berbangsa agar saling kenal mengenali antara satu sama lain. Firman Allah:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَككْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

(maksudnya) (maksudnya): Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha mendalam pengetahuanNya. (Surah al-Hujurat: 13).

Lihat dalam ayat ini, Allah memanggil “Wahai manusia!”. Panggilan yang sangat adil merangkumi setiap bangsa dan puak. Bukan panggil perkauman atau fanatik keturunan. Kata Sayyid Qutb dalam menafisrkan ayat ini: “Penciptaan manusia berbagai bangsa dan suku puak bukan untuk berperang dan bergaduh, tetapi untuk berkenalan dan bermuwafakat. Perbezaan bahasa, warna kulit, tabiat, perangai, kelebihan dan kemampuan adalah kepelbagaian yang bukan bertujuan untuk perbalahan dan perkelahian. Sebaliknya, untuk bantu membantu dalam menunai tanggungjawab dan keperluan. Tiada bagi warna kulit, jenis bangsa, bahasa, negara segalanya itu nilai dalam timbangan Allah. Sebaliknya, di sana hanya satu timbangan yang menentukan nilai dan kelebihan manusia, iaitu “Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”. (Fi Zilal al-Quran 6/3348. Cairo: Dar al-Syuruq).

4. Di samping itu, kita hendaklah tahu bahawa setiap mukmin itu bersaudara tanpa mengira bangsa dan puak. Hak-hak persaudaraan Islam telah ditentukan oleh Allah dan rasulNya. Nilai persaudaraan ini hendaklah sentiasa kita pegang. Perbezaan keturunan dan bangsa tidak boleh menjejaskan hal ini. Inilah asas perpaduan yang terpenting. Inilah perpaduan yang menyelamatkan kita dunia dan akhirat. Firman Allah:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آَيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
(maksudnya) “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali Allah (Islam), dan janganlah kamu berpecah-belah; dan kenanglah nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dahulunya bermusuh-musuhan, lalu Allah menyatukan di antara jantung hati kamu, maka menjadilah kamu dengan nikmat Allah itu bersaudara (persaudaraan Islam). Dan kamu dahulunya berada di tepi jurang neraka (disebabkan kekufuran kamu semasa jahiliyah), lalu Allah selamatkan kamu darinya (disebabkan nikmat Islam). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kamu ayat-ayat keteranganNya, supaya kamu mendapat petunjuk hidayahNya. (Surah Ali ‘Imran ayat 103).

5.  Setelah kita faham dan beriman dengan asas-asas yang disebutkan di atas. Bertindak berteraskan asas ini, maka tidaklah menjadi kesalahan jika kita dalam masa yang sama berusaha memajukan bangsa atau keturunan kita dengan syarat kita tidak menzalimi dan menghina kaum yang lain. Dalam Islam pun, harta pusaka juga diwarisi oleh kaum keluarga. Kita juga disuruh menghubungkan silaturrahim sesama keluarga dan al-Quran juga menyuruh kita membantu keluarga di sudut harta. Firman Allah:
فَآَتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(maksudnya) “Maka (sebagai tanda syukur) berikanlah kepada kaum kerabatmu, miskin dan orang musafir akan haknya masing-masing; pemberian yang demikian adalah baik bagi orang-orang yang bertujuan memperoleh keredhaan Allah dan mereka itulah orang-orang yang berjaya. (Surah al-Rum, ayat 37)

6. Nabi s.a.w juga memuji sikap tolong menolong dalam memajukan atau membantu kaum atau puak sendiri, dengan syarat tidak menzalimi puak yang lain. Sabda Nabi s.a.w:
إِنَّ الأَشْعَرِيِّينَ إِذَا أَرْمَلُوا فِي الْغَزْوِ أَوْ قَلَّ طَعَامُ عِيَالِهِمْ بِالْمَدِينَةِ جَمَعُوا مَا كَانَ عِنْدَهُمْ فِي ثَوْبٍ وَاحِدٍ ثُمَّ اقْتَسَمُوهُ بَيْنَهُمْ فِي إِنَاءٍ وَاحِدٍ بِالسَّوِيَّةِ فَهُمْ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ

“Sesungguhnya kaum al-`Asy`ariyin apabila habis bekalan mereka dalam peperangan, atau kurang makanan keluarga mereka di Madinah, mereka himpunkan apa yang ada pada mereka dalam satu kain. Kemudian mereka membahagikan dalam satu bekas dengan sama rata. Sesungguhnya mereka daripadaku dan aku daripada mereka. (Riwayat al-Bukhari  dan Muslim).
Ertinya, walaupun Islam menentang ‘asabiyyah namun Islam tidak menentang usaha membantu dan memartabatkan kaum sendiri, jika ada keperluan ke arah itu dan tidak membawa kepada pemusuhan antara puak dan kaum.

7. Adapun asabiyyah sebenarnya adalah sikap berpuak yang membawa kepada membelakangkan kebenaran dan kezaliman kepada kepada pihak lain. Sikap fanati puak itu mungkin menjelma dalam bentuk bangsa, ataupun parti politik, atau mazhab, atau kumpulan atau apa sahaja yang fanatik dan menolak kebenaran orang lain. Sabda Nabi s.a.w:
وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عِمِيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ
“Sesiapa yang berperang di bawah rayah ‘immiyyah (bendera kebutaan) dan menyeru kepada ‘asabiyyah atau marah kerana ‘asabiyyah maka kematiannya adalah jahiliyyah”. (Riwayat Muslim).
Rayah ‘immiyyah (bendera kebutaan) adalah kiasan kepada suatu puak yang berhimpun atas suatu perkara yang tidak diketahui sama ada benar atau batil, namun membela atas dasar ketaksuban.
Ertinya, jika ada ciri demikian maka itu ‘asabiyyah yang dilarang; samada perjuangan parti atau perjuangan kaum. Maka, bukan sahaja perjuangan politik bangsa boleh menjadi ‘asabiyyah, perjuangan atas nama Islam jika fanatik dan menolak kebenaran hanya kerana keputusan parti juga boleh dinamakan ‘asabiyyah.

8. Usaha memartabatkan kaum bukan prinsip perjuangan tetapi keperluan yang dilakukan apabila keadaan memerlukan seperti yang berlaku kepada kabilah al-Asy’ariyyin dalam hadis di atas. Sebab itu al-Quran bukan sahaja menyebut membantu kaum kerabat yang susah, tetapi juga membantu golongan miskin, orang musafir yang kesusahan tanpa dikaitkan dengan kaum kerabat atau bangsa.

9. Kesimpulannya; prinsip Islam mengatasi segalanya termasuk isu bangsa. Perjuangan bangsa jika bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam yang disebutkan tadi adalah diharamkan. Namun, usaha memartabatkan bangsa jika tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam seperti prinsip persaudaraan Islam, keadilan untuk semua dan tidak menghina bangsa lain, maka ia diizinkan, bahkan terpuji.

Khamis, 10 Disember 2015

KampungKu Jauh Di Sana

Diuji dengan jerebu, kita bersabar.
Diindahi dan diuji dengan kepulan awan serta langit yang membiru, kita bersyukur.



SEERAH NABAWIYYAH

SEERAH NABAWIYYAH
Al-Raheeq al-
Makhtum
*Syeikh Safy al-Rahman al-Mubarakfuriyy

*India
*Pemenang Hadiah Pertama
Pertandingan Seerah Rabitah Alam Islam, Mekkah
Topik :-
1. PERANAN & PERLUNYA RIWAYAT HIDUP RASULULLAH DALAM MEMAHAMI
ISLAM
2. SUMBER-SUMBER SEJARAH RASULULLAH
3. RAHSIA PEMILIHAN SEMENANJUNG ARAB SEBAGAI TAPAK PANCARAN
ISLAM

1.PERANAN & PERLUNYA RIWAYAT HIDUP RASULULLAH DALAM MEMAHAMI
ISLAM
Tujuan mengkaji riwayat hidup RasuluLlah dan penganalisaannya bukanlah semata-mata untuk
melihat kejadian-kejadian dan episod-episod yang bersejarah ataupun memaparkan ceritacerita
yang indah sahaja. Oleh yang demikian tidak seharusnya kita menganggap kajian sejarah
hidup Rasulullah ini sama dengan membaca dan menala'ah sejarah para pemerintah (khalifah)
di zaman purbakala.
Tujuan pokok dari kajian yang dimaksudkan ialah supaya setiap Muslim dapat memahami,
menganggap dan menggambarkan bahawa hakikat zahir dan batin Islam semuanya teradun di
dalam penghidupan Rasulullah itu sendiri. Gambaran dan anggapan ini akan timbul dan wujud
setelah seseorang Muslim itu dapat memahami dengan benar segala hikmah dan keistimewaan
prinsip-prinsip dan dasar-dasar Islam satu persatu terlebih dahulu.
Tegasnya kajian riwayat hidup Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam ini adalah suatu usaha
mengumpul hakikat dan intisari dasar-dasar Islam kemudian memadan dan menyesuaikan
dengan contoh Islam iaitu Nabi Muhammad Sallallahu 'alahi Wasallam.
Sekiranya perlu kita bahagikan tujuan-tujuan ini maka bolehlah dibahagikan seperti berikut:
1. Memahami peribadi Nabi Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam menerusi penghidupan
dan suasana hidup Baginda sendiri. Ini adalah untuk menentukan Muhammad Sallallahu 'alaihi
Wasallam itu bukan sebagai manusia pintar tetapi dianya adalah pesuruh Allah Subhanahu
Wata'ala yang menerima Wahyu dan taufiq dariNya. Supaya manusia seluruhnya dapat meniru
dan mengikut suatu contoh yang unggul dalam segenap lapangan hidup yang harmoni, dari itu
juga dapat dijadikan sebagai dasar-dasar hidupnya. Andaikata manusia ingin mencari suatu
contoh terbaik bersifat universal, mereka akan dapat semuanya di dalam kehidupan
Muhammad Sallallahu 'alaihi Wasallam, maka tidak hairanlah mengapa Allah menjadikan
Muhammad Sallallahu 'alaihi Wasallam itu sebagai contoh kepada umat manusia. Untuk
demikian maka Allah telahpun menegaskan dalam Kitab SuciNya yang bermaksud:
"Sesungguhnya pada (diri) RasuluLlah itu menjadi contoh yang paling baik untuk (menjadi
ikutan) kamu".
(Al-Ahzab 33 :21)
Semoga kupasan tentang kehidupan Muhammad Salla lahu 'alaihi Wasallam boleh menolong
manusia memahami dan mengecapi isi kandungan Al-Qur'an lantaran banyaknya ayat-ayat Al-
Qur'an yang dihurai dan ditafsir-kan oleh kejadian dan peristiwa-peristiwa sejarah hidup Nabi
Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam. Agar setiap Muslim dapat mengumpulkan seberapa
banyak yang boleh perbendaharaan kebudayaan dan pengetahuan Islam yang sebenar
samada pengetahuan bersangkutan dengan 'aqidah kepercayaan, hukum hakam' dalam Islam
atau tatasusilanya. Lebih tegas lagi penghidupan Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam adalah
satu gambaran dengan dimensinya yang jelas bagi prinsip-prinsip dan hukum-hukum Islam.
2. Membolehkan para pendidik penda'wah Islam mencontohi dan mengajar, mengikut sistcm
pendidikan dan pengajaran yang sihat kerana Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam sendiri
adalah sebagai pendidik, penasihat, guru dan pertunjuk yang utama, tidak pemah membuang
masa begitu sahaja malah sentiasa mencari dan menyiasat jalan-jalan dan sistem-sistem
pengajaran yang terbaik semasa baginda (SallaLlahu 'alaihi Wasallam) berda'wah.
Antara faktor yang menjadikan sejarah Nabi Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam ini mampu
dan berupaya untuk sampai ke matlamat-matlamat tadi ialah kerana sejarahnya lengkap
meliputi segenap bidang kehidupan sama ada segi kemanusiaan mahupun kemasyarakatan
yang terdapat di kalangan manusia lain samada ianya sebagai seorang individu yang bebas
dengan faham pembawaannya atau sebagai seorang anggota masyarakat yang cergas dan
terpengaruh oleh unsur-unsur yang terdapat di dalam masyarakatnya.
Sejarah Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasalam menghidangkan kepada kita sejarnbak contoh
utama bagi seorang pemuda yang waras; peribadinya yang dipercayai orang di kalangan
keluarga dan sahabat; seorang manusia yang menyeru uniat manusia ke jalan Allah secara
lemah-lembut dan bersopan-santun; seorang pejuang yang mengorbankan sepenuh usaha dan
tenaga demi menyampaikan seruan Allah, seorang ketua negara yang mendayung bahtera
pemerintahan dengan cekap dan pintar seorang suami yang halus pergaulannya, seorang bapa
yang teliti dan bijak menyempurnakan kewajipan terhadap anak dan isteri, seorang ketua turus
agung peperangan yang cergas, penuh dengan tektik strategi persediaannya dan seorang
Muslim yang waras lagi bijak membahagikan dedikasinya kepada Allah, keluarga dan sahabat
handai (Radiyallahu 'anhum ajma'in). Tidak syak lagi bahawa mempelajari sejarah hidup
Muhammad Sallallahu 'alaihi Wasallam ialah memahami semua sudut kemanusiaan.

2.SUMBER-SUMBER SEJARAH RASULULLAH
Berhubung dengan sumber-sumber sejarah Rasulullah bolehlah kita bahagikan seperti berikut:
Pertama: Kitabullah (AI-Qur'an)
Ianya merupakan sumber utama untuk memahami garis-garis kasar penghidupan Muhammad
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam. Pendedahan sejarah hidup Rasulullah dalam al-Qur'an
melalui salah satu aliran berikut:
a. Memaparkan beberapa bahagian dari penghidupan baginda, seperti ayat-ayat yang
diturunkan mengenai peperangan Badar, Uhud, al Khandaq atau al Ahzab .Juga seperti kisah
perkahwinannya dengan Zainab binti Jahsy.
Mengulas pertempuran-pertempuran dan kejadian-kejadian ini adalah untuk memberi
penjelasan selanjutnya kepada apa yang dimusykilkan atau untuk menerangkan beberapa
kesamaran tentang pertempuran dan peristiwa-peristiwa atau untuk menarik perhatian umat
Islam terhadap sesuatu iktibar. Sebenarnya segala-galanya ini mempunyai makna dan hubung
kait yang amat rapat dan mesra dengan sejarah dan riwayat hidup Rasulullah Sallallahu 'alaihi
Wasallam. Kesemuanya ini menampakkan kepada kita sebahagian besar daripada aspekaspek
penghidupan Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam dan hal ehwal yang bersangkutan
dengannya.
Sebenarnya pendedahan Al-Qur'an Al-Karim tentang segala-galanya ini adalah terlalu ringkas
dan padat, meskipun cara dan aliran pendedahan tadi kadang kalanya berlainan di antara satu
sama lain namun begitu kesemuanya ini tetap memaparkan cebisan-cebisan dan penerangan
secara ringkas terhadap pertempuran dan kejadian yang bersejarah. Memang ini adalah jalan
dan aliran Al-Qur'an Al-Karim di dalam menceritakan perihal-perihal para Anbiya' yang
terdahulu dan umat manusia di zaman silam.
Kedua: Kitab Al-Sunnah Al-Nabawiyyah (Hadith-hadith).
Hadith-hadith Nabi yang sahih. Hadith yang dimaksud-kan di sini ialah isi kandungan Kitab-kitab
Hadith yang terkenal dengan kebenaran dan amanahnya, seperti Kitab Hadith Al Muwatta' oleh
Imam Malik, Al Musnad oleh Imam Ahmad dan lain-lainnya.
Sumber yang kedua ini lebih luas dan terperinci dari yang pertama. Sungguhpun begitu
mungkin kita tidak dapat memberikan suatu gambaran yang lengkap tentang kehidupan
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam sejak dilahirkan hingga wafat-nya kerana beberapa
sebab:
a. Oleh kerana Kitab-kitab Hadith ini disusun mengikut maudu' atau tajuk-tajuk fiqah ataupun
mengikut unit-unit kajian yang bersangkut dengan syari'at Islam maka hadith-hadith yang
menceritakan tentang penghidupan RasuluL-lah berselerak dan berkecamuk dalam maudu'-
maudu' fiqah.
b. Oleh kerana para ahli hadith, terutamanya penyusun kitab hadith yang enam tidak
memerhatikan soal ini ketika mengumpulkannya untuk disusun mengikut sejarah hidup
RasuluLlah, apa yang mereka titik beratkan ialah penyusunan mengikut maudu' atau tajuk-tajuk
fiqah seperti yang disebut tadi.
Ketiga: Kitab-kitab Sejarah RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam.
Perihal riwayat hidup Muhamrnad RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam di zaman silam
adalah melalui dari mulut ke mulut tanpa mendapat perhatian untuk dibukukan, walaupun
terdapat sebilangan kedl yang cuba menitikberatkan perhatiannya terhadap kejadian dan
peristiwa-peristiwa dalam sejarahnya itu. Setelah beberapa ketika terdapat beberapa orang
cuba mencatit riwayat hidup Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam ala kadar yang sampai ke
pengetahuannya antara mereka seperti Urwah Ibnu Al Zubair (wafat, 92H), Abari bin 'Othman
(wafat, 105H), Wahb in Manbah (wafat, 110H), Syarbabil bin Sa'd (wafat. 123H) dan Ibnu
"Syibab Al Zuhri (wafat,124H).
Sayangnya apa yang dituliskan oleh mereka ini telah hilang. Hanya tinggal beberapa bahagian
yang tercerai, setengahnya terdapat dalam kitab Al-Tabari manakala sebahagian yang lain pula
tersimpan di bandar Heidelberg di Jerman. Bahagian yang tersimpan di Jerman ini ialah
sebahagian dari tulisan Wahb bin Manbah (110H). Kemudian timbul pula satu angkatan
penyusun riwayat hidup Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam yang terkemuka antara mereka
ialah Muhammad bin Ishaq (wafat, 152H) kemudian lapisan kedua, antara mereka ialah Al
Waqidi (wafat, 207H) dan Muhammad bin Sa'ad (wafat pada tahun 230H) penyusun kitab Al-
Tabaqat Al-Kubra.
Ahli sejarah sebulat suara mengatakan bahawa apa yang ditulis oleh Muhammad bin Ishaq
merupakan satu-satunya maklumat (dokumen) sejarah Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam
yang paling benar dan boleh dipegang. Tetapi malangnya kitab beliau yang berjudul Al Maghazi
Wa Al Siyar telah hilang dan kehilangannya mengakibatkan hilangnya intisari perpustakaan di
zaman itu. Setelah masa beredar setengah abad lamanya barulah timbul seorang jaguh yang
lain iaitu Abu Muhammad Abdul Malek yang lebih dikenal dengan Ibnu Hisyam, beliau telah
menghidangkan kepada kita saringan sejarah Rasulullah Sallalahu 'alaihi Wasallam dengan
cara yang menarik sekali. Sebenarya apa yang dikarang oleh Ibnu Hisyam itu adalah
kandungan "Al Maghazi Wa Al Siyar" yang dikarang oleh Ibnu Ishaq dalam bentuk ringkasan.
Ibnu Khillikan telah menegaskan dalam bukunya begini:
"Ibnu Hisyam ini ialah orang yang mengumpulkan Riwayat Rasulullah daripada Kitab "Al
Maghazi Wa Al Siyar" yang dikarang oleh Ibnu Ishaq setelah disaring dan dibuat beberapa
pembaharuan, tambahan dan ringkasan. Kemudian hasil itu dikenali dengan nama "Sirah Ibnu
Hisyam". Akhimya barulah orang lain cuba mengikuti jejak langkah mereka ini dalam usaha
mengarang dan menyusun sejarah hidup RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi Wasallam, terdapat
antara mereka yang cuba membentangkan pelbagai aspek hidup RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi
Wasallam. Sebahagian dari mereka yang lain pula cuba mengkaji sudut- sudut hidup Baginda
yang tertentu, seperti Al Asfahani dalam bukunya "Dala'il Al Nu-buwwah" dan "Tanda-tanda
Kenabian". Imam Tarmidzi pula dalam kitabnya (Al Asy Syamail) cuba menyingkap aspek yang
tertentu dan begitu juga Ibn Al Qayyim Al Jauziy dengan bukunya "Zad Al Ma'ad".

3.RAHSIA PEMILIHAN SEMENANJUNG ARAB SEBAGAI TAPAK PANCARAN ISLAM
Sebelum kita memperkatakan sesuatu tentang sejarah hidup RasuluLlah SallaLlahu 'alaihi
Wasallam dan Semenan-jung 'Arab di mana baginda hidup dan dipilih sebagai Rasul, ada
baiknya kalau kita cuba menyingkap hikmat-hikmat Allah, mengapa terpilihnya Rasulullah dari
bumi ini dan bangsa 'Arab pula sebagai pembawa obor da'wah Islamiyyah.
Untuk mengetahui segala-segalanya pertama kita mesti mengetahui keistimewaan bangsa
'Arab dan perangai serta tata penghidupannya sebelum Islam dan keadaan muka bumi
(geografi) dan persekitarannya. Kemudian barulah kita membuat perbandingan dengan bangsabangsa
yang hidup sezaman de-ngannya seperti Romawi, Greek dan India termasuk adat
resam, tatasusila dan keistimewaan tamaddun mereka.
Pertamanya, marilah kita mengkaji secara sepintas lalu bangsa-bangsa yang hidup di sekitar
tanah 'Arab sebelum Islam: Dunia di kala itu boleh dikatakan telah dikuasai dan dikepalai oleh
dua negara yang gagah iaitu Parsi dan Romawi dan disenarai yang kedua pula ialah Greek dan
India. Parsi di kala itu merupakan arena pertarungan agama dan falsafah yang beranika corak.
Pembesar dan pemerintah pada keseluruhannya menganut agama Majusi (Zuradisy) yang
mana antara ajarannya menggalakkan lelaki berkahwin dengan ibu nya, anak perempuannya
atau adik dan saudara perempuannya.
Empayar Yazdajrid kedua yang memerintah di pertengahan abad kelima Masihi telah berkahwin
dengan anak perempuannya. Bukan setakat itu sahaja malah tatasusila dan sopan-santun
telahpun terpesong dari garis-garis yang bersifat kemanusiaan. Mengikut apa yang ditegaskan
oleh Al Imam Al Shahras-tani dalam kitabnya yang berjudul Al-Milal Wa Al-Nihal, terdapat
antara ajaran agama Mazdak yang menyebut bahawa kebebasan kaum wanita tiada hadnya.
Begitu juga dengan kebebasan menggunakan harta benda dan seterusnya menjadikan wanita
dan harta benda ini kepunyaan dan hak milik bersama, tidak ubah seperti air, api dan rumput di
mana semua manusia boleh berkongsi tanpa sekatan. Seruan ini telah mendapat sambutan
yang begitu hangat dari karangan mereka yang memang berhaluan demikian.
Kerajaan Romawi (Rome) pula begitu meluap-luap dengan jiwa dan semangat penjajahan dan
bergelut dalam persengketaan agama dengan pihak Kristian negeri Syam (Syria) dan Mesir. la
bergantung penuh kepada kekuatan angkatan ten-teranya dan cita-cita penjajahannya yang
berkobar-kobar dalam rangka percubaan memodenisasikan agama Kristian untuk disesuaikan
dengan matlamat mencapai cita-cita dan kemahuannya.
Negara ini juga berada dalam keadaan huru-hara dan kucar-kacir dari negara Parsi, yang hidup
dengan segala kemewahan iaitu kemewahan dalam kemerosotan ekonomi dan pemerasan
terhadap rakyat jelata. Kenaikan cukai yang begitu melambung tinggi merupakan suatu gejala
yang biasa dan telah menjadi satu lumrah.
Greek tua pula tenggelam ke dasar lautan khurafat dan dongeng yang tidak memberi sebarang
faedah dan natijah yang berguna sama sekali. Negara India pula di kala itu menurut Professor
Abul Hassan Al Nadwi telah menegaskan bahawa ahli sejarah dan pengarang sebulat suara
mengatakan yang India di permulaan abad keenam Masihi telah terlantar ke lembah
kemeroosotan agama, akhlak dan kemasyarakatan. India bersama jiran tetangga dan
saudaranya turut serta mengambil bahagian dalam memerosotkan akhlak dan kemasyarakatan.
Perlu kita ketahui bahawa anasir-anasir yang menyeret bangsa-bangsa ini ke lembah
kerosakan dan perpecahan ialah kemajuan dan tamaddun yang berasaskan kepada mata
benda (material) semata-mata. Tamaddun ini telah tidak mengambil contoh-contoh ma'nawi dan
akhlak yang sempuma sebagai landasan dan asas kemajuan. Tamaddun dan kemajuan
kebendaan dengan anika sebab-akibat yang timbul darinya hanyalah tidak lebih dari satu jalan
semata-mata iaitu satujalan yang tidak dapat memberikan apa-apa erti. Lantaran ketandusan
fikiran yang waras dan contoh sempurna yang benar-benar dapat dihayatii
maka tamaddun dan kemajuan yang dicapai itu telah membawa kehidupan manusia mengalir
ke tasik kecelakaan dan huru-hara. Sebaliknya jika ahli fikirnya mempunyai akal fikiran yang
waras dan pertimbangan yang saksama maka tamaddun dan kemajuan tadi merupakan jalanjalan
yang indah serta mudah pula menuju ke arah kesenangan dalam semua corak dan aspek
hidup. Biasanya perkara ini tidak akan lahir kecuali melalui agama dan wahyu Ilahi sahaja.
Semenanjung 'Arab di masa itu merupakan suatu kawasan yang tenang, jauh dan terpencil dari
gejala-gejala huru-hara tadi. Bangsanya langsung tidak pemah merasai kemewahan dan
kemajuan seperti Parsi; yang boleh membawa mereka ke arah kerosakan dan keruntuhan
akhlak dan tidak pula mengagung-agungkan kekuatan tentera yang membolehkan mereka
menjajah negara-negara di sekitamya. Mereka juga tidak menganut falsafah dan ideologi yang
beranika ragam seperti Greek Tua yang menyebabkan mereka menjadi mangsa kepada
dongengan dan khurafat.
Tabi'at semulajadi mereka ini tidak ubah seperti suatu "bahan yang mentah" yang belum pernah
dilebur di mana-mana dapur dan dicorak di mana-mana acuan seolah-olah terbayang di layar
penghidupan rnereka seorang manusia semulajadi yang bersih rnempunyai kemahuan yang
kuat ke arah pembentukan manusia yang terpuji yang rnempunyai sifat-sifat amanah, pemurah,
suka menolong dan bencikan kezaliman. Apa yang mereka perlu hanyalah pengetahuan yang
dapat menyinari jalan-jalan ke arah tersebut kerana mereka ini hidup dalam kejahilan yang
gelap memekat. Kebanyakan mereka telah sesat untuk sampai ke arah kemanusiaan yang
sebenamya. Mereka membunuh anak perempuan kerana mahu menjaga maruah,
membelanjakan wang yang banyak dengan harapan mahukan kemuliaan dan berperang sama
sendiri dengan tujuan mempertahankan kehormatan.
Segala-galanya ini telah diterangkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala di dalam Al-Qur'an:
Yang bermaksud;
"Dan sesungguhnya kamu sebelum hari ini adalah dan golongan orang-orang yang telah sesat".
(Al-Baqarah Ayat 198)
Penegasan ini lebih merupakan keuzuran dan kemaafan bagi mereka daripada penghinaan ke
atas mereka.
Ini adalah memandangkan bangsa-bangsa lain telah menggunakan tamaddun dan kemajuan
mereka sebagai alat ke arah kerosakan sedangkan mereka ini sedar malah merancang
sedemikian. Di samping semuanya ini, Semenanjung 'Arab di segi kedudukan muka buminya
pula terletak di pertengahan bangsa-bangsa tersebut (iaitu Parsi dan Rome) yang bergolak di
sekelilingnya.
Muhammad Al Mubarak seorang professor Mesir telah mengutarakan pendapat dengan
katanya:
'"Orang yang memerhati dan memandang kepada bangsa 'Arab akan dapat melihat
bagaimanakah bangsa Arab boleh berdiri di masa silam di tengah-tengah dua tamaddun yang
melebar di kiri kanan. Di sebelah kirinya tamaddun barat yang keterlaluan telah cuba
mendapatkan gambaran dan imej manusia dengan alirannya yang kering pucat tak berhias dan
tidak berjejas dengan hakikat keinsanannya. Di sebelah kanannya pula tamaddun kerohanian
dan kejiwaan yang melambung ke alam khayalan seperti yang terdapat di India, China dan
sebagainya."
Setelah kita dapat menggambarkan hal keadaan bangsa 'Arab dan semenanjungnya sebelum
Islam juga hal keadaan bangsa-bangsa lain yang mengelilinginya maka mudahlah bagi kita
menyingkap di sebaliknya apakah hikmat-hikmat Allah mengutuskan Rasul utusan di
Semenanjung 'Arab itu dan bangsa 'Arab pula merupakan golongan pertama buat merintis
jalan-jalan ke arah penyebaran obor seruan da'wah Islamiyyah yang kini telah dianuti oleh umat
manusia di seluruh pelusuk alam.
Bukanlah sepertimana yang disangka oleh setengah-se-tengah golongan yang mengatakan
bahawa pengikut-pengikut agama yang sesat adalah sukar untuk mengubati jiwa mereka dan
sukar memberi tunjuk ajar kerana mereka ini ta'sub (fanatik) dan membanggakan keburukan,
kehancuran dan kemusnahan yang pada sangkaan mereka semuanya baik. Sedangkan
mengubah dan memberi tunjuk ajar kepada mereka yang sedang mencari-cari kebenaran lebih
mudah kerana mereka ini sama sekali tidak menafikan kejahilan mereka sendiri dan tidak pula
membanggakan atau bermegah-megah dengan hasil tamaddun kerana mereka langsung tidak
mempunyai tamaddun. Golongan ini paling mudah sekali untuk diperbaiki dan diberi dorongan
kepada mereka. Bagi kita bukanlah ini yang dikatakan hikmat Ilahi, kerana penganalisaan yang
seumpama ini hanya tepat kepada mereka yang mempunyai daya dan tenaga yang terbatas
sahaja, memilih yang senang dan meninggalkan yang susah kerana tidak mahukan penat lelah.
Andaikata Allah mahu menjadikan pancaran da'wah Islamiyyah di mana-mana bahagian di
Parsi atau di Rome atau di India bersinar cemerlang maka sudah pasti pula Allah akan
menyediakan kemudahan dan cara-cara sehingga berjaya da'wahnya seperti mana yang
berlaku di Semenanjung 'Arab. Soal ini tidak pula menjadi bebanan, kerana Allah Subhanahu
Wata'alah Pencipta 'alam semesta. Namun hikmah Allah memilih Semenanjung 'Arab dan
Rasul utusan itu tadi (seorang yang buta huruf - tidak boleh membaca dan menulis seperti
mana yang diterangkan oleh Allah dalam Kitab SudNya) agar manusia seluruhnya tidak merasa
syak wasangka terhadap keNabian dan keRasulanNya.
Sebagai penutup dan epilog kepada hikmah Allah ialah suasana persekitaran tempat Rasulullah
diutuskan di mana di dalamnya wujud suatu biah (suasana) buta huruf juga dan jika
dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain yang hidup di sekelilingnya mereka juga belum
pernah dimasuki dan diracuni oleh sebarang tamaddun, pemikiran dan kerumitan falsafah yang
berserabut.
Di antara hikmat Ilahi juga ialah menghindarkan perasaan syak wasangka manusia apakah
Muhammad SallaLlahu 'alaihi Wasallam ini boleh membaca dan mempelajari kitab-kitab lama
yang mengandungi sejarah manusia purba dan tamaddun negara tetangga dan menghindarkan
juga sangkaan buruk terhadap Muhammad sekiranya dakwah Islamiyyah ini timbul di kalangan
umat manusia yang bertamaddun dan mempunyai falsafah seperti Parsi, Greek Tua atau
Romawi. Sebabnya ialah sangkaan buruk ini akan memberi suatu gambaran yang buruk iaitu
dari siri tamaddun dan falsafah yang terakhir dalam bentuk tamaddun yang tulen serta kemas
dengan perundangan yang lengkap. Hikmah-hikmah Ilahi ini telahpun diterangkan dengan
tegas danjelasnya dalam Al-Qur'an:
Yang bermaksud:
"Dialah (Allah) yang telah mengutuskan di kelompok buta huruf seorang utusan daripada
kalangan mereka (untuk) menyampaikan kepada mereka ayat-ayatNya dan menjauhkan
mereka daripada syirik dan mengajar mereka kitab-kitab dan hikmat, dan sesungguhnya
mereka itu dahulunya dalam kesesatan yang amat sangat. "
(Al-Jumu'ah 62 : 2)
Sudah kehendak Allah mengutuskan utusanNya yang buta huruf, begitu juga bangsa yang akan
timbul Rasul di ka-langannya juga satu bangsa yang kebanyakannya buta huruf, agar mukjizat
keNabian dan syari'at Islam itu terjulang nampak dan jelas di antara dogma-dogma dan seruan
manusia lain yang beranika corak.
Di sana terdapat hikmat Ilahi yang lain, dan boleh diringkaskan seperti berikut:
1. Seperti yang diketahui di mana Allah Subhanahu Wata'ala telah menjadikan Baitui Haram itu
tumpuan dan kesejahteraan untuk umat manusia seluruhnya dan merupakan rumah yang
pertama untuk manusia beribadat serta mempraktikkan rukun-rukun agama. Sesungguhnya
lembah Makkah ini telah menjalankan dan melaksanakan seruan bapa para Anbiya' iaitu
Sayyidina Ibrahim 'Alaihi sallam. Tepat dan kena pada tempatnya di mana kawasan yang mulia
ini menjadi muara seruan agama Islam yang pertama iaitu| agama Nabi Ibrahim dan juga
tempat pengutusan Nabi yang terakhir .
2. Di segi kedudukan ilmu alam maka semenanjung 'Arab ini telah dipilih untuk bebanan
tanggungjawab da'wah Islamiyyah, kerana situasi dan kedudukannya di tengah-tengah
berbagai bangsa. Ini menyebabkan penyebaran da'wah Islamiyyah di kalangan bangsa-bangsa
dan negara yang di sekelilingnya tersebar dengan mudah. Ini temyati sekali bila kita mengkaji
semula perjalanan da'wah Islamiyyah di zaman permulaannya dan di zaman khulafa al-
Rashidin. Memang tepat seperti yang ditegaskan tadi.
3. Dan sebagai hikmat Ilahi juga yang menjadikan bahasa 'Arab itu sebagai media da'wah
Islamiyyah dan bahasa yang pertama buat menerang dan mentafsirkan percakap-an atau
kalam Allah 'Azza wa jalla untuk disampaikan kepada kita.
Kalau kita perhatikan dengan teliri tentang keistimewaan bahasa-bahasa diikuti dengan satu
perbandingan dengan bahasa 'Arab maka dengan jelas kita dapati yang bahasa 'Arab
mempunyai banyak keistimewaan yang sukar didapati dalam bahasa-bahasa lain. Maka sudah
layak baginya untuk menjadi bahasa yang pertama dan utama untuk umat Islam di mana
mereka berada.

KLIK BANNER SUPPORT PAKCIK

Sedikit-sedikit

Dan jika kamu takut tidak berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (apabila kamu berkahwin dengan mereka), maka berkahwinlah dengan s...