cinta
Pada akhirnya, kita hanyalah gema yang tertinggal di lorong waktu, berbisik perlahan dalam ingatan orang-orang yang pernah kita cintai. Wajah kita mungkin kabur ditelan usia, namun senyum dan tangis yang pernah kita bagi akan tetap bergetar dalam dada mereka. Kita menjadi cerita yang diulang saat malam sunyi, menjadi doa yang terbit selepas sujud panjang. Tiada yang benar-benar kekal, selain kesan yang kita tinggalkan pada hati. Maka cintailah dengan tulus, berbicaralah dengan lembut, dan hadir sepenuh jiwa—kerana suatu hari nanti, seluruh diri kita akan hidup sebagai kenangan yang dirindukan, atau sekadar bayang yang dilupakan.